Pusat Karier UIN Jakarta Ajak Mahasiswa Tinjau Langsung Operasional IPCC Pelindo dan Astra Honda Motor
Pusat Karier UIN Jakarta Ajak Mahasiswa Tinjau Langsung Operasional IPCC Pelindo dan Astra Honda Motor

Tangerang Selatan, Berita Pusat Karier UIN Jakarta - Pusat Karier Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta mengajak mahasiswa meninjau langsung operasional PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (IPCC Pelindo) dan PT Astra Honda Motor (AHM) dalam program Company Visit. Kunjungan tersebut memperkenalkan mahasiswa pada proses kerja industri logistik kendaraan dan manufaktur otomotif.

Dalam kunjungannya ke PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (IPCC Pelindo), Pusat Karier UIN Syarif Hidayatullah Jakarta berharap kegiatan ini mampu menjembatani teori akademik dengan praktik industri. Mewakili Kepala Pusat Karier, Mustakim menyampaikan bahwa agenda ini difokuskan sebagai wadah eksplorasi bagi mahasiswa semester tiga hingga semester tujuh. ​"Tujuan utama kami ke sini adalah menimba dan menggali potensi, ilmu pengetahuan, serta wawasan, khususnya bagi rekan-rekan mahasiswa yang saat ini masih berada di bangku perkuliahan," ujar Mustakim dalam sambutannya. 

​Mustakim juga menegaskan bahwa pengalaman langsung di IPCC Pelindo ini diharapkan membawa dampak yang lebih luas. "Ilmu pengetahuan dan wawasan yang didapatkan bukan saja bermanfaat bagi mahasiswa secara pribadi, tetapi ke depannya dapat digunakan untuk perkembangan kampus dan masyarakat," tambahnya. Ia pun mengimbau para mahasiswa untuk memanfaatkan waktu peninjauan dengan menggali informasi sedalam-dalamnya.

Dalam kunjungan industri tersebut, PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (IPCC) memaparkan peran krusialnya sebagai pintu gerbang utama ekspor dan impor otomotif nasional. Asisten Senior Manajer Corporate Communication and CSR IPCC, Mahfuzi Ryanda, mengungkapkan bahwa perusahaan berhasil mempertahankan kinerja impresif dengan melayani jutaan kendaraan.  ​"Total kendaraan yang kami tangani selama tahun 2025 mencapai 1,6 juta unit, yang terdiri dari mobil, alat berat, motor, hingga truk dan bus. Sebanyak 70 persen kendaraan ekspor dan impor masuk melalui kami, menjadikan IPCC sebagai terminal terbesar di Indonesia," ungkap Mahfuzi.

Tingginya volume logistik tersebut diimbangi dengan standar operasional yang ketat. Perwakilan pimpinan IPCC Branch Jakarta, Taufik Ismaill, menyoroti pentingnya proses inspeksi fisik kendaraan sebelum dikirim ke luar negeri. Menurut Taufik, seluruh unit harus melewati Central Inspection Facility (CIF) untuk memastikan tidak ada kecacatan fisik seperti baret, penyok, maupun cat terkelupas. ​"Di fasilitas CIF, kami mengecek lima kecacatan utama secara ketat yang tidak boleh lolos ekspor," tegas Taufik. Ia juga menambahkan bahwa seluruh pergerakan operasional logistik diawasi secara digital dan terintegrasi melalui sistem PTOS-C untuk menjaga mutu dan efisiensi kerja di lapangan.

Peserta juga melakukan observasi lapangan di area terminal. Mahasiswa mendapat penjelasan mengenai fungsi armada kapal di sekitar terminal untuk distribusi ekspor yang menjangkau 50 destinasi global, terutama kawasan Timur Tengah seperti Jeddah.

comvis  4

Kunjungan dilanjutkan ke AHM. Di sana, mahasiswa menerima paparan profil perusahaan dan perjalanan untuk melihat proses operasional AHM berjalan sampai kepada konsumen, serta alur proses manufaktur, mulai dari peleburan aluminium ingot hingga final inspection. Setelah itu, mahasiswa mengikuti company tour untuk melihat langsung lini produksi.

AHM juga memaparkan hubungan perusahaan dengan konsumen melalui semangat “One Heart: Satu Hati bersama Konsumen” serta program “Sinergi Bagi Negeri”. Program tersebut berfokus pada pelestarian lingkungan, edukasi kesehatan, dan pemberdayaan masyarakat sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat.

Kepala Pusat Karier UIN Jakarta Muhammad Kholis Hamdy, S.Sos., S.H., M.IntDev., mengatakan dalam kunjungannya ke AHM kegiatan ini dimaksudkan agar mahasiswa memperoleh gambaran tentang dunia kerja. Dalam sambutannya di AHM, ia menyebut dunia kerja tidak hanya menuntut kecerdasan akademik. “Dunia kerja tidak hanya membutuhkan orang yang pintar secara akademik, tetapi juga mereka yang mampu berkomunikasi, bekerja sama, berpikir kritis, beradaptasi, dan menyelesaikan masalah,” kata Hamdy.

comvis 3

Hamdy juga mendorong mahasiswa bersikap proaktif dan belajar sejak dini melalui organisasi, magang, dan jejaring. Ia berpesan agar mahasiswa tidak membatasi potensi diri karena latar belakang atau minimnya pengalaman. “Jadikan kegiatan hari ini sebagai ruang untuk bertanya, mengamati, belajar, dan menemukan inspirasi,” ujarnya.

"Jadilah pribadi yang proaktif dan mau terus belajar. Jangan menunggu lulus baru memikirkan karier. Mulailah sejak sekarang dengan mengikuti organisasi, mengembangkan keterampilan, mencari pengalaman magang, membangun jejaring, dan memanfaatkan teknologi secara positif" pungkasnya.

 

(Nayla M./M. Ikrom Alawi/Sumber Gambar: Dok. Tim SMC)