Lembaga Penjaminan Mutu UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
Unika Atmajaya Berkunjung ke LPM UIN Jakarta

Unika Atmajaya Berkunjung ke LPM UIN Jakarta

Berhasilnya 4 program studi di UIN Jakarta terakreditasi oleh AUN QA, ternyata cukup menarik perhatian publik. Salah satunya adalah Universitas Katolik Atmajaya Jakarta yang berniat melakukan studi banding tentang akreditasi AUN QA. Senin pagi, 15 Agustus 2016 rombongan dari Atmajaya disambut oleh rektor di ruang kerjanya. Para tamu terdiri dari Wakil Rektor, Ketua LPM, Ketua Pusat Pengolahan Data, Dekan Fakultas Kedokteran, Dekan Psikologi, dan Ketua Program studi Teknologi Pangan. Dalam kesempatan tersebut, rektor UIN Jakarta, Prof. Dr. Dede Rosyada merasa sangat gembira dapat bertukar informasi dan berbagi pengalaman dalam proses akreditasi AUN QA. Setelah ramah tamah, Para tamu kemudian dipersilahkan untuk melanjutkan diskusi dengan tim akreditasi AUN QA di ruang lembaga Penjaminan Mutu (LPM).

Proses diskusi di ruang LPM berlangsung cukup hangat. Para tamu nampak sangat ingin tahu tentang bagaimana program studi PAI, SKI, BPI dan FDI melewati proses akreditasi di tingakt Asia Tenggara tersebut. Ketua LPM UIN Jakarta, Dr. Sururin menyampaikan bahwa alasan utama UIN Jakarta tertarik dengan AUN QA adalah semata-mata ingin mendukung visi misi UIN Jakarta yang berniat menjadi world class university. Semua proses yang dilewati UIN Jakarta dalam proses akreditasi tersebut akan ditayangkan dalam power point. Dalam proses akreditasi ini, UIN Jakarta meminta bantuan UI dan UGM sebagai mentor, lanjut beliau.

Wakil Rektor Bidang Kerjasama UIN Jakarta, Prof. Dr. Murodi turut hadir dalam kegiatan diskusi santai tersebut. Selain itu, para ketua prodi yang telah lulus akreditasi AUN QA juga nampak hadir. Diskusi kemudian dilanjutkan dengan tayangan power point oleh ketua tim akreditasi AUN, Salamah Agung Ph.D.  Menurut Agung, proses sudah dimulai cukup lama, yaitu sekitar awal tahun 2013. Dalam paparannya Agung juga menyampaikan tentang pentingnya mengikuti training yang diadakan oleh AUN QA sendiri. Hal tersebut dapat membantu meningkatkan konsolidasi internal. Setelah itu universitas harus mengkondisikan bagaimana prodi-prodi dapat berkonsultasi secara langsung dan insentif dengan asesor internal AUN QA.

Setelah itu diskusi berlangsung cukup hangat. Para tamu cukup intens bertanya tentang teknis kegiatan training, teknis penulisan borang dan hal lainnya. Salah satu hal yang mereka tanyakan adalah tentang perbedaan antara proses assessment AUN QA dan BAN PT. Menurut Agung kegiatan assessment AUN QA memiliki keunikan tersendiri dengan adanya 15 kriteria penilaian. Namun tips terpenting menghadapi akreditasi AUN QA ini adalah dengan cara menginstall terlebih dahulu semua kriteria tersebut dalam sistem universitas. Setelah terinstall dengan baik, maka proses penyusunan borang akan lebih mudah dan terarah. Tidak terasa, proses diskusi berlangsung cukup lama sampai menjelang dzuhur.

Leave a reply

X