Lembaga Penjaminan Mutu UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
UIN Jakarta Berencana Terapkan SPMI Online

UIN Jakarta Berencana Terapkan SPMI Online

(Ciputat, 13 Juli 2017) UIN Jakarta berencana menerapkan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) secara online. Demikian yang disampaikan ketua LPM UIN Jakarta, Dr. Sururin, saat membuka Rapat Evaluasi Mingguan LPM di kampus I UIN Jakarta, Rabu 12 Juli 2017 kemarin.

Penerapan SPMI merupakan sebuah kewajiban bagi perguruan tinggi. SPMI adalan proses bagaimana perguruan tinggi mengatur kendali proses tridharma perguruan tinggi agar dapat memenuhi Standar Nasional Pendidikan Tinggi (SN Dikti) yang telah ditetapkan dan bahkan bisa melampauinya. SN dikti itu sendiri telah ditetapkan oleh pemerintah melalui Peraturan Menristekdikti nomor 44 tahun 2015. Dalam peraturan tersebut disebutkan batas dan ukuran minimal yang harus dimiliki perguruan tinggi dalam melaksanakan pendidikan, penelitian dan pengabdian pada masyarakat. Dengan adanya SN Dikti tersebut maka sebuah perguruan tinggi tidak akan lagi sembarangan dalam menjalankan kegiatan tridharmanya. Untuk mengevaluasi penerapan SN Dikti tersebut, pemerintah kemudian melakukan kegiatan SPME (Sistem Penjaminan Mutu Eksternal), dengan menunjuk BAN-PT dan LAM untuk menjalankan proses akreditasi pada seluruh program studi dan insitusi pendidikan tinggi.

SPMI UIN Jakarta sendiri, menurut Dr. Sururin, sejauh ini masih terus dikembangkan dan disosialisasikan. Penerapan SPMI memang tidak mudah, perlu perencanaan yang matang dan maksimal. Hal ini harus dilakukan agar siklus SPMI yang terdiri dari Penetapan SN Dikti, Pelaksanaan SN Dikti, Evaluasi pelaksanaan SN Dikti, Pengendalian pelaksanaan SN Dikti, dan Peningkatan SN Dikti dapat dilakukan secara berkelanjutan. Demi mencapai itu semua, maka pelaksanaan SPMI berbasis online akan menjadi sebuah kebutuhan. Dengan SPMI online ada beberapa manfaat yang akan diperoleh. Pertama seluruh civitas akademika UIN Jakarta dapat dengan mudah mengetahui Standar yang telah ditetapkan, kedua Civitas akademika UIN dapat memasukan data-data penting untuk memenuhi SN Dikti dan ketiga seluruh Civitas akademika UIN dapat memantau pemenuhan SN Dikti.

Di lain sisi, penerapan SPMI online ini bukanlah hal yang mudah. Ada beberapa faktor penting yang harus dipenuhi terlebih dahulu. Di antaranya adalah jumlah Staf IT yang harus ditambah, pemahaman staf IT tentang SPMI, kesadaran civitas akademika UIN Jakarta untuk mengupload data secara kontinyu, dan maintenance sistem yang berkelanjutan. Namun tentu saja hal itu tidak akan menjadi halangan besar, bila seluruh civitas akademika UIN Jakarta menyadari bahwa quality is not destination, but a journey. Dengan lain kata, menyadarkan seluruh civitas UIN Jakarta tentang pentingnya kualitas dalam perguruan tinggi adalah prioritas utama yang harus dilakukan.

Leave a reply

X