Lembaga Penjaminan Mutu UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
Tingkatan Skill Mengajar Dosen, LPM UIN Jakarta Laksanakan TOT Pekerti dan AA

Tingkatan Skill Mengajar Dosen, LPM UIN Jakarta Laksanakan TOT Pekerti dan AA

LPM UIN Jakarta menggelar acara Training of Trainer (TOT) Pekerti dan AA di lantai 4, gedung Pusat Teknologi Nasional (Pustiknas) Kampus II UIN Jakarta. Kegiatan tersebut berlangsung dari hari senin sampai jumat, 07 sampai dengan 11 Mei 2018. Pekerti sendiri merupakan Program Peningkatan Keterampilan Dasar Teknik Instruksional. Sementara AA merupakan merupakan singkatan dari Applied Approach.

Kegiatan training tersebut menghadirkan beberapa narasumber dari UIN Jakarta, Diktis Kementrian Agama, dan UPI Bandung. Para narasumber tersebut adalah Ahmad Shodiq (UIN Jakarta), Mamat Slamet Burhanudin (Diktis), Dadang Sukirman (UPI), Yaya Sunarya (UPI), dan Didi Supriadie (UPI). Setiap narasumber membawakan materi yang berbeda. Ahmad Shodiq menyampaikan materi tentang integrasi ilmu, Mamat Slamet menyampaikan materi tentang Kebijakan Kurikulum, Dadang Sukirman menyampaikan materi tentang pengembangan kurikulum, Yaya Sunarya menyampaikan materi tentang penilaian hasil belajar, dan Didi Supriadi menyampaikan materi tentang keterampilan dasar mengajar dan pengembangan bahan ajar.

Para peserta sendiri berasal dari unsur Gugus Jaminan Mutu Fakultas, LPM, dan perwakilan dari prodi-prodi di UIN Jakarta. Total peserta berjumlah sekitar 40 orang. Hari pertama dimulai dengan materi tentang integrasi ilmu. Ahmad Shodiq, sebagai pemateri menyampaikan tentang pentingnya memahami problem ilmu pengetahuan yang terjadi sekarang. Menurut Shodiq, sejatinya semua ilmu berasal dari Alloh SWT, namun sejalan dengan perkembangan zaman terjadilah proses eskternalisasi, desakralisasi, dualisme dan disorientasi ilmu. Masih di hari pertama, Mamat Slamet menyampaikan bahwa diktis telah menentukan berbagai kebijakan yang terkait dengan kurikulum.

Pada hari kedua, Dadang Sukirman menjelaskan secara detail tentang upaya pengembangan kurikulum. Kurikulum itu sendiri menurut Dadang adalah Seperangkat rencana dan pengaturan mengenai capaian pembelajaran lulusan, bahan kajian, proses, dan penilaian yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan program studi. Kurikulum ini harus menjadi pedoman utama dalam proses pembelajaran.

Pada Hari ketiga, Yaya Sunarya menjelaskan tentang teknik-teknik dalam melakukan evaluasi dan penilaian pembelajaran. Menurut Yaya, alat evaluasi yang baik harus memenuhi kriteria-kriteria sebagai berikut, yaitu; valid, reliabel, mampu membedakan, dan memiliki tingkat kesukaran yang seimbang.

Pada hari keempat, Didi Supriadi menyampaikan teknik-teknik dasar yang harus dimiliki oleh seorang pengajar. Keterampilan dasar tersebut diantaranya adalah Kemampuan membuka dan menutup pembelajaran, memberi penguatan, mengadakan variasi, menjelaskan, bertanya, memimpin diskusi kelompok kecil, mengelola kelas, dan mengajar kelompok kecil dan perorangan.

Leave a reply

X