Lembaga Penjaminan Mutu UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
Demi Manajemen UIN Yang Lebih Baik, LPM Gelar Refreshment Auditor Internal

Demi Manajemen UIN Yang Lebih Baik, LPM Gelar Refreshment Auditor Internal

Quality is a Journey not a destination, kualitas adalah sebuah perjalanan bukan tujuan. Demikian kutipan dari sebuah teori tentang penjaminan mutu. Menyadari bahwa kualitas adalah keniscayaan yang harus dilakukan dalam setiap kegiatan organisasi, LPM kembali menggelar workshop dengan tema pelatihan refreshment auditor internal sistem manajemen mutu ISO 9001:2008, Hari Kamis 28 April 2016, di Gedung Syahida Inn, kampus II UIN Jakarta. Pada kesempatan itu, Warek II  UIN Jakarta, Prof. Dr. Abdul Hamid, MS., berkesempatan membuka acara.

Dalam sambutannya, Prof. Hamid menyampaikan bahwa para auditor internal UIN Jakarta harus pandai dan cekatan dalam mengikut perkembangan dan isu terbaru seputar ISO. Terlebih lagi, para auditor harus fokus pada peraturan-peraturan terbaru, sehingga dapat menyampaikannya kepada para auditi sebelum proses audit dilaksanakan. Prof. Hamid merasa yakin bahwa peraturan-peraturan tersebut dimaksudkan untuk menyerap perkembangan-perkembangan terbaru dalam proses manajemen.

Kegiatan Workshop kemudian dilanjutkan dengan pembahasan materi I dengan tajuk Audit internal ISO 9001-Quality Management System Internal Auditor. Hadir sebagai narasumber untuk materi pertama tersebut adalah Ir. Triyan Aidilfitri, MM, seorang auditor senior dari Sucofindo. Dalam pemaparannya beliau menyampaikan bahwa ada beberapa isu penting yang harus difahami oleh para auditor terkait ISO 9001 yang terbaru (2015), diantaranya adalah perubahan ISO:9001 dan manfaatnya, Pemikiran berbasis resiko, Klausul ISO 9001:2015, dan tindak lanjut perubahan dan masa transisi. Perubahan yang bermanfaat dalam konteks ini harus diawali dengan lebih banyaknya keterlibatan pimpinan sistem manajemen, munculnya pemikiran berbasis resiko, adanya penyederhanaan Bahasa, struktur umum dan istilah, serta munculnya penyelarasan kebijakan dan sasaran sistem manajemen mutu dengan strategi organisasi. Dalam konteks manajemen, pemikiran berbasis resiko merupakan pemikiran yang diarahkan untuk menangani resiko atau kemungkinan negatif lainnya dengan meningkatkan efektivitas manajemen mutu, mencapai hasil yang lebih baik, dan mencegah efek negative.

Pada materi II, dengan tema quality management system-requirements (ISO 9001;2008), LPM menghadirkan narasumber Zuhairan Yumnni Yunan M,Sc, seorang auditor senior sekaligus dosen FEB UIN Jakarta. Dalam presentasinya, beliau menyampaikan bahwa derap langkah ISO:9001, sudah dimulai sejak tahun 1987, 1994, 2000, 2008 dan terakhir 2015. ISO:9001 2008 merupakan versi ISO yang lebih menekankan pada proses. Dalam ISO:9001 2008 tersebut terdapat 8 klausul. Kedelapan klausul tersebut merupakan struktur utama dari ISO:9001 yang dibangun di atas prinsip-prinsip manajemen mutu yang berjumlah 8 juga, sekaligus sebagai persyaratan utama. Kedelapan prinsip tersebut adalah fokus pada pelanggan, kepemimpinan, keterlibatan karyawan, pendekatan proses, pendekatan sistem manajemen, peningkatan berkesinambungan, data faktual untuk pengambilan keputusan, dan hubungan yang saling menguntungkan dengan pemasok. Kesemua proses tersebut menurut Zuhairan pada dasarnya adalah untuk meningkatkan kepuasan pada pelanggan, dan syarat terpenting dari diperolehnya kepuasan pelanggan adalah continuos improvement atau perbaikan yang terus berkelanjutan.

Leave a reply

X