Lembaga Penjaminan Mutu UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
Prof. Abuddin Nata: “Konsep Integrasi Ilmu Sangat Variatif”

Prof. Abuddin Nata: “Konsep Integrasi Ilmu Sangat Variatif”

Prof. Abuddin Nata, dalam acara Workshop Rencana Pembelajaran Semester (RPS), menyatakan bahwa konsep integrasi ilmu sangat variatif. Setiap Perguruan Tinggi Islam, memiliki konsep tersendiri, misalnya, UIN Yogyakarta memiliki konsep jaring laba-laba, UIN Malang dengan konsep pohon ilmu, dan UIN Bandung dengan konsep Roda Pedati. Konsep integritas ilmu, menurut Abuddin, juga sudah banyak dibahas oleh para tokoh dunia, sebut saja Naquib Alatas, Maurice Bucaile, ataupun Ziauddin Sardar. Di lingkungan UIN Jakarta, Mulyadhi Kartanegara juga cukup konsep membahas integrasi ilmu.

Sejak berubahnya IAIN Jakarta menjadi UIN Jakarta, lanjut Abuddin, integrasi ilmu sudah dilakukan, dengan berdirinya prodi-prodi umum yang dulu hanya menjadi perguruan tinggi umum. Pada tahun 2017, Rektor UIN Jakarta mengeluarkan SK No. 864 Tahun 2017 tentang Pedoman Integrasi Keilmuwan. Pedoman ini diharapkan menjadi bahan acuan bagi seluruh konsorsium dan seluruh dosen anggota.

Kegiatan Workshop Rencana Pembelajaran Semester (RPS) itu dilaksanakan di Gedung NICT, Kampus II UIN Jakarta. Workshop dilaksanakan selama 2 hari, 8-9 Februari 2018. Acara dibuka oleh Wakil Rektor I, Dr. Fadhilah Suralaga yang didampingi Sekretaris LPM, Kusmana, Ph.D. Peserta yang hadir terdiri dari para dosen yang merupakan perwakilan dari seluruh konsorsium keilmuwan yang ada di lingkungan UIN Jakarta. Dalam sambutannya, Warek I mengharapkan agar seluruh peserta serius mengikuti kegiatan, mengingat pentingnya materi kegiatan tersebut.

Kegiatan workshop menghadirkan narasumber dari unsur internal dan eskternal. Prof. Abuddin Nata dan Dr. Ahmad Shodiq yang merupakan dosen senior UIN Jakarta, mengisi materi bertema konsep integrasi di hari pertama. Sementara pada hari kedua, diisi materi dan praktek tata cara pembuatan RPS, yang disampaikan oleh Dr. Muchlas Suseno, M.Pd.

Leave a reply

X