Lembaga Penjaminan Mutu UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
Empat Prodi UIN Jakarta Selesai Diasses AUN QA

Empat Prodi UIN Jakarta Selesai Diasses AUN QA

(Ciputat, 07 April 2016) Kamis Pagi, 07 April 2016, Pimpinan UIN Jakarta bersama para dekan, wakil dekan dan penulis SAR merapat di ruang auditorium. Mereka berkumpul dalam rangka mendengarkan hasil review dari para assessor AUN QA. Para dekan dari fakultas yang dinilai salah satu prodinya, nampak sudah sangat siap mendengarkan review dari para asesor. Beberapa saat sebelumnya, para asesor telah siap menyiapkan power point yang membahas tentang strength dan areas for improvement dari program studi Bimbingan Penyuluhan Islam, Sejarah Kebudayaan Islam, Dirasat Islamiyah dan Pendidikan Agama Islam.

Asesor pertama yang menyampaikan hasil kajiannya adalah Dr. Shahrir. Dalam paparannya beliau menyampaikan bahwa pada dasarnya program studi Bimbingan dan Penyuluhan Islam (BPI) telah memenuhi kriteria-kriteria penilaian yang telah ditetapkan oleh AUN QA. Dr. Shahrir juga menyampaikan bahwa prodi BPI memiliki keunggulan tersendiri dengan memiliki kelompok mahasiswa penyuluh (PokMaLuh). Sementara itu asesor kedua yang menyampaikan paparannya adalah Dr. Tan Kay Chuan. Bersama Dr. Yahaya, beliau sebelumnya telah melakukan visitasi di program studi Sejarah dan Kebudayaan Islam (SKI). Dengan gayanya yang penuh semangat dan sedikit guyonan, hadirin nampak santai diselingi gelak tawa mendengarkan paparannya. Menurut Dr. Tan, Program studi SKI sejauh ini memiliki para dosen yang unggul dan cukup dikenal luas oleh masyarakat. Dosen-dosen SKI juga mengenyam pendidikan dari universitas-universitas ternama. Namun, di samping itu, Dr. Tan juga menyampaikan bahwa sebaiknya prodi SKI mulai merencanakan pentingnya regenerasi dosen di masa mendatang.

Ulasan berikutnya adalah dari Dr. Sany. Beliau sebelumnya telah melakukan penilaian di Dirasat Islamiyat (DI). Menurut beliau prodi DI ini merupakan prodi yang memiliki keunggulan dalam penguasaan Bahasa Arab dan hafalan al-Qur’an. Prodi DI juga menggabungkan keilmuwan ushuluddin, syariah dan sastra Arab. Di akhir kesimpulannya Dr. Sany mengusulkan bahwa sebaiknya DI juga menyelenggarakan program kursus Bahasa Inggris, karena adanya tuntutan global. Dalam candaannya, Dr. Sany berharap bahwa dengan kemampuan Bahasa Inggris, mahasiswa DI nanti tidak hanya akan menjadi ustad lokal, namun juga ustad global. Candaan beliau disambut gelak tawa para hadirin.

Asesor terakhir yang  berkesempatan menyampaikan hasil visitasiny di program studi Pendidikan Agama Islam (PAI) adalah Dr. Riza Atiq. Dalam penjelasannya, beliau sempat menyampaikan kekagumannya tentang UIN Jakarta. Beliau juga mengutip pendapat Menteri Agama Lukman Hakim Saefudin, yang berkeinginan bahwa keberadaan Perguruan tinggi Islam di Indonesia diharapkan dapat mengarahkan Islam di Indonesia menjadi Islam yang moderat, yang lebih dengan Islam Indonesia atau Islam Nusantara. Tentang prodi PAI beliau menyampaikan bahwa PAI sejauh ini telah menjadi program studi yang telah mengembangkan banyak model pengajaran. Menurutnya semua jenis dan tipe pembelajaran dapat ditemukan di prodi PAI. Hanya ada beberapa catatan kecil yang menurutnya perlu dikembangkan prodi PAI, seperti perlunya melakukan revisi terhadap buku bimbingan mahasiswa yang sudah terlalu lama dan perlunya penerangan yang lebih di perpustakaan. Selain itu beliau menyampaikan bahwa adanya trend semakin lamanya masa studi mahasiswa di prodi PAI perlu segera di atasi. Di akhir sesi reviewnya, Dr. Atiq menyampaikan bahwa UIN Jakarta sangat potensial menjadi world class University. Bahkan dengan jelas beliau menegaskan bahwa: “Indonesia and ASEAN depend on UIN Syarif Hidayatullah Jakarta to propagate the true Islamic Teaching which is peaceful, moderate, tolerant and respecting human right.”

Penyampaian hasil review ini merupakan sesi terakhir dari kunjungan para asesor AUN QA di UIN Jakarta. Diharapkan dalam waktu beberapa hari ke depan UIN Jakarta segera mendapatkan hasil akreditasi secara lengkap. Bila hasilnya positif, maka langkah UIN Jakarta UIN untuk melangkan ke kancah internasional akan semakin terbuka lebar. Semoga.

Leave a reply

X